Sejarah

Pondok Pesantren

Baiturrohmah adalah nama Lembaga Bimbingan Kerohanian
Islam, suatu pondok pesantren yang mengkhususkan ajarannya pada segi pembenahan rohani melalui sistem keilmuan agama. Pondok ini terletak dibagian utara kota Malang, tepatnya di Jalan Ciliwung 61 Malang JawaTimur. Telp.(0341) 491482- 471293.

Menurut Gus Sholeh Hudi,
Pondok pesantren Baiturrohmah didirikan oleh Syekh K.H Abdul Hayyi  Muhyiddin Al-Amin sejak tahun 1954 dikenal sebagai pondok pesantren yang memberikan pelajaran ilmu agama. Murid pondok pesantren Baiturrohmah yang maju berkat kebenaran niat serta tekadnya menuntut ilmu manfa’at dijalan Allah demi memperoleh Ridlo dan rahmat-Nya, niscaya lambat laun mampu menyelami hakekat dirinya dan mengungkap berbagai kebenaran ajaran agama Islam.Pondok Pesantren Baiturrohmah Malang menyampaikan isituntunan ajaran agama Islam yang tersimpul dalam Al-Quran dan Al-Hadits serta kitab-kitab sahih dengan cara membimbing dan mengajak segenap murid-muridnya mengamalkan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah secara utuh dan sesungguhnya, mengutamakan keberhasilan jiwa, demi terbentuknya akhlak dan kualitas pribadi yang tinggi serta mulia disisi Allah sebagai tujuan utama dari ajaran agama Islam. Semua menurut ajaran agama dengan amalan rohani yang disebut tafakur. Metode ini berfungsi membebaskan hati dari kegelapan dalam memungkinkan manusia mampu menerima lintasan-lintasan isyarah dan petunjuk Allah Azza sebagaimana telah difirmankannya dalam Al- Qur’an Surat Azzumar : 22.
Artinya:“Maka Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata”.

A. Materi Pengajaran Tasawuf di Pondok Pesantren Baiturrohmah
Malang
Materinya yaitu tentang:
1) Tasawuf Akhlak yaitu melakukan amalan- amalan atau latihan
rohani yang cukup, tujuanya tidak lain adalah untuk membersihkan jiwa dari nafsu yang tidak baik dalam menuju kehadirat Allah Swt.
Usaha menuju Allah dicapai dengan melalui tiga tahapan:
   Takhalli yaitu, membebaskan diri dari sifat-sifat maksiat lahir dan
maksiat batin, menjauhkan diri dari segala nikmat dan kesenangan
dunia, berusaha melawan segala dorongan nafsu jahat.
   Tahalli yaitu, mensucikan diri dengan sifat- sifat terpuji, dengan
ta’at lahir dan taat batin. Yang dimaksud dengan ketaaatan lahir
atau luar, dalam hal ini, adalah kewajiban yang bersifat formal
seperti salat, puasa, zakat, haji dan sebagainya. Sedangkan yang
dimaksud dengan ketaatan batin atau dalam adalah seperti iman,
ikhlas dan lain sebagainya.
   Tajalli berarti terungkapnya cahaya atau nur ghaib untuk hati.
Cahaya atau nur ini, datang dari Allah Swt sewaktu- waktu katika
seseorang terjaga.
2) Tasawuf A’mali, apabila dilihat dari sudut tingkatan amalan danfasenya serta jenis ilmu yang dipelajari, maka terdapat beberapa istilah yang khas dalam dunioa tasawuf, yaitu nilmu lahir dan ilmu batin.Ilmu lahir berpusat pada di akal manusia, ia menerima pengetahuan dari daya tangkap panca indera lahir yang diperoleh dari kehidupan di alam fana yaitu alam nyata ini, yang kebenaranya masih semu dan nisbi/ relatif keadaanya.Ilmu bathin, Al- Qur’an, hadist dan kitab-kitab shahih lainnya mengandung makna agama yang hakiki, yang masih harus diselami isi kandunganya dengan hikmah amalan kalimat Tauhidyakni dengan iman dam takwa yang tinggi, tidak cukup hanya faham luaran , melainkan harus dengan kehalusan perasaan dan mata rohani yang telah terbuka dan mampu menerima lintasan- lintasan hidayah Allah.
3) Tasawuf Falsafi
Dalam tasawuf Falsafi ajaranya dengan mengabungkan antara visi mistis dan visi rasional, berbeda dengan tasawuf akhlaki ataupun tasawuf amali.Pada dasarnya ilmu tasawuf membahas tentang persoalan-persoalan yang berhubungan dengan akhlak dan budi pekerti,bertalian dengan hati, yaitu cara- cara, ikhlas, khusyu’, tawadlu’,muraqobah, mujahadah, sabar, ridlo, tawakal, dan seluruh sifatterpuji yang berjalan dalam hati.

B. Metode Pengajaran Tasawuf di Pondok Pesantren Baiturrohmah
Malang
Tasawuf adalah usaha membersihkan diri. Setiap sisi memerlukan sisi yang lain. Tidak ada sifat kerabbaniyahan tanpa adanya sifat takwa, dan tidak ada sifat takwa tanpa adanya penyucian.Dengan bahasa yang sederhana ketiga hak tersebut dapat diungkapkan dengan kalimat al- birr (kebaikan),Pada dasarnya ilmu tasawuf dalam materinya adalahmembahas tentang soal- soal yang bertalian dengan akhlak dan budi pekerti, bertalian dengan hati, yaitu cara- cara, ikhlas, khusyu’,tawadlu’, muraqobah, mujahadah, sabar, ridlo, tawakal, dan seluruhsifat terpuji yang berjalan dalam hati.Metode pelaksanaan pengajaran di Pondok PesantrenBaiturrohmah Malang adalah melalui kajian kitab klasik (weton), dan halaqoh (thariqoh Naqshobandiah), yaitu bimbingan dzikir kemurnian rohani atau dalam bahasa Parsi disebut “naqsabandi uluwiyyah”.
Menurut Gus Sholeh Hudi,
Seorang sufi adalah mereka yang dapat mengabungkan anatara fiqih dengan perbuatan, antara perkataan dengan pelaksanaan.Kemudian pengabungan tersebut menghasilkan kondisi rohani tertentu. Seorang yang sufi lebih dari sekedar dari seorang yang zuhud, karena sikap zuhud terhadap dunia hanyalah sikap tidak butuh terhadap dunia, dimana mereka menganggap bahwa dunia memang tidak ada nilainya. Sedangkan seorang sufi tidak bersikap zuhud kecuali terhadap hal- hal yang membuatnya terhijab dari Allah Swt. Oleh karena itu orang sufi menjadikan dunia hanya berada dalam genggaman mereka saja. Mereka tidak menjadikan dunia tersebut bersemayam di dalam hati mereka.

  1. tausyah1
    Mei 12, 2011 pukul 18:00

    1.Kalau NIAT anda benar2 sudah BULAT Sisihkan waktu Minimal 1 Minggu di dalam PONDOK,tidak termasuk perjalanan.Setiap Masuk dilakukan pada malam jumat,jadi minimal harus tiba di pondok pada hari kamis.
    2.Biaya pondok ga mahal di bandingkan apa yang di dapat didalam sana, kurang lebih biaya pendaftaran Rp.30.000 + Buku Pelajaran Rp.25.000, biaya diatas sudah termasuk makan 1 kali / hari,Kalo mau NERUSIN sampe 2 minggu / 4 minggu juga ga apa-apa dan ga dikenakan BIAYA,jika mau lebih bayar sendiri,di dalam ada kantin loh….tapi disarankan jangan berlebihan saat menjalankan KHOLWAT / PRIHATIN,juga jangan meninggalkan HUTANG di KANTIN
    3.Niat harus karena ALLAH S.W.T
    4.SELAMAT MENCOBA…….dan MERASAKAN SENDIRI………………

  2. iwan
    Agustus 15, 2011 pukul 18:00

    asalamualaikum saudara2q gmn kabar pndok dan gus hudi lama q ingin kesana tp aq malu sma guru,terlalu q menyianyiakan ajaran guru yg sdh susah payah membimbingq

  3. Niken
    Agustus 24, 2011 pukul 18:00

    assalamualaikum

    sebenarnya biaya pendaftaran Rp. 25.000 dan buku risalah Rp.15.000 bisa pilih yang dalam tulisan latin atau yang tulisan pego, khalwat di baitur rohmah minimal 1 minggu tapi kalau memang ada sesuatu yang sangat mendesak harus pulang sebelum 1 minggu juga tidak apa apa,tapi harus seizin Guru. dan maksimal khalwat bisa dilakukan sampai 6 minggu(bagi yang sudah pernah khalwat sebelumnya)bagi yang pertama kali masuk maksimal 3 minggu. dan tidak ada biaya lain selain biaya pendaftaran saat pertama kali masuk meskipun nerus sampai 6 minggu.

    dan benar, pondok menyediakan makanan untuk berbuka, tapi biasanya tiap malam santri putri dapat Barokahan (biasanya berupa nasi sama sayur lodeh,tempe,tahu) disamping jatah untuk berbuka,

    di pondok putra memang ada kantin,tapi di pondok putri tidak ada, tapi ada beberapa orang yang jualan keliling, tapi dihimbau agar tidak makan makanan dari luar kecuali makanan dari ahli bait.

  4. Drs. ABDUL RAKHMAN, M.Pd
    September 7, 2011 pukul 18:00

    Pondok baiturahmah adalah pondok yang sangat penting bagi umat islam dalam menuju kebahagiaan dan menikmatan dunia dan akirat yang abadi. Karena aku pernah mondok dan setelah pulang aku merasanakan hal hal yang indah dalam hidupku. apalagi aku sebagai seorang PNS aku kerja semakin nikmat.

  5. Desember 3, 2011 pukul 18:00

    Aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuch Aku Sudah Merasakannya, Pondok Baiturrohmah Memang Istimewa tidak Ada Bandingannya

  6. susilo pramudji
    Desember 5, 2011 pukul 18:00

    aku tidak bisa menguraikan kalimat ato kata2,,hanya….Subhanallah….takjub,,,di jaman seperti ini masih ada ponpes seperti Ponpes Baiturohmah…

  7. jihantok
    Januari 12, 2012 pukul 18:00

    askum” mf ea saudaraku q ini orang bodoh yg tdk tau apa2′ q cuma pingin tny toreqoh itu sebenarny apa

  8. arifin
    Januari 16, 2012 pukul 18:00

    dulu saya adalah pemadat … , mempermainkan wanita , sombong harta , keras hati , dan bodoh masalah agama , selalu di terpa banyak masalah , hidupku hanya sibuk urusan dunia ,… teman saya seorang kyai hanya menasehati saya lalu minta uang saya ….. , ini membuat saya makin tak percaya kebenaran agama …., kemudian seorang teman yang sholeh mengajak saya menemukan jati diri saya …, ia katakan : ada satu tempat yang gratis tapi membuat aku bahagia …, aku tidak percaya .setelah aku jatuh bangkrut … aku masuk pondok Baitul rahma , aku ingat , aku lihat abdi nya tanpa mengeluh /sangat polos menjalan kan tugas nya tanpa tuntutan bergejolak diraut mukanya ,… ini membuat aku menangis …, subuh itu aku menyapu halaman pondok (masih ada pohon kelapa, sawo, dll..)..bisakah aku seikhlas mereka?… mungkin ketulusan yang aku rindukan ada di pondok ini … saat itu aku tak perduli mau di bawa kemana arah hidup ku …. aku mulai pasrah … aku mulai terasa ada yang menuntun , sore itu aku bertemu kyai SHOLEHHUDI …masya Allah …. seorang guru , sejuk dipandang , bicaranya pelan , seakan dalam keteduhan ….,Hari pertama masuk pondok badan ku terasa seperti ayam di sembelih , aku hampir putus asa …., hawa nafsuku , emosiku ,kecewaku,anggan2ku, hitungan masa depan ku , penderitaan hidupku …. semua membuatku terpuruk …..,sangat menderita ….. ternyata setelah aku kuatkan sampai 1 minggu … bersyukur aku bisa lewati…. Allah memberiku jalan yang benar ..(diam , saja membuat aku hampir tidak kuat, apalagi puasa yang dulunya nggak pernah aku jalani, mandi malam tentu sangat terasa sakit …..)…..penderitaan ini terlewati … mudah saja (PASRAHKAN)….////// beberapa tahun kemudian aku banyak cobaan bercerai ,di tipu orang,rumah terjual, bangkrut , dll. tapi ajaran BAITUL RAHMA tetep aku pegang … hingga aku takperduli lagi … mau bangkrut mau kaya terserah ………… , maaf bukan sombong ini nyata … sekarang uang dan harta bukan masalah bagiku … ku dirikan banyak mushola , tpq, dan terasa sangat bahagia apapun yang ku niatkan terkabul …..apa yang ku mau pasti di beri … aku tidak lagi INGIN melakukan yang dosa . selalu ingin yang baik…… AKU SANGAT MENYINTAI KETULUSAN DI PONDOK INI .tak semua seempurna ….ikhlaskan ……

  9. Muchson Efendi
    Februari 28, 2012 pukul 18:00

    >> Belajar mengetahui Sang Pencipta… belajar mendekatkan diri kepada Sang Pencipta… belajar behubungan langsung kepada Sang Khaliq… belajar merasakan Kalimah Toyyibah..
    >> ” LAILAHAILALLAH MUHAMMADURASULULLAH… ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR…

  10. faiz
    September 6, 2012 pukul 18:00

    ^_^.,., tempat dimana para tentara langit dilahirkan

  11. September 12, 2012 pukul 18:00

    semua manusia ingin dekat dan bertemu Tuhan ,tapi tak semua manusia bisa melakukanya ,tanpa ilmu mustahil bisa terlaksana,oleh karena itu kita harus mencarinya dengan seorang guru mursidin haq seperti syech muhammad soleh hudi di pp baiturrohmah malang.

  12. bejo waras lamongan
    September 26, 2012 pukul 18:00

    assalamualaikum wr wb. gus hudi sebenarnya sya ingin kembali meneruskan bai’at yang kedua. sebenarnya sya disana hati sya merasa nyaman dan tenang dalam lindungan Allah……
    mari saudara2 seagama islam menjalankan khalwat di ponpes baiturrohmah, insya Allah qta akn merasakan kenyamana hati dan jiwa karena Allah SWT……

  13. arifin
    November 30, 2012 pukul 18:00

    assalamualaikum wr wb …. , entah bagaimana caranya hatiku yang dulunya suka serakah , selalu logika pribadi menjadi Tuhan , seenaknya dalam menilai ibadah , bahkan ada ungkapan aku tak suka suara pujian di masjid ……. kini …. tidak bermaksut menyombongkan : … rasanya sulit jika tak berbagi , nggakl enak jika nggak berkumpul orang sholeh , hidup tertata , ekonomi tercukupkan …. (entah bagaimana prosesnya hatiku tiba2 berubah ) …. pondok Baitul Rahma … menyembuhkan hati , membuat hati kuat terima apapun takdirnya ……. / bercerai , bangkrut , di tipu orang …. banyak dosa …. di sana obatnya .

  14. Hamba Allah yang bodoh
    Desember 4, 2012 pukul 18:00

    Assalamualaikum, mohon maaf sebelumnya, saya mohon kepada pengurus PP.Baiturrohmah untuk lebih lagi memberi pengertian kepada ” santri ” lulusannya tentang arti “syari’at” yang sebenarnya, sekali lagi saya mohon maaf jika tulisan saya ini di anggap ” tidak sopan atau lebih kasar lagi ” Kurang ajar ” ini semua saya lakukan dengan niat agar dapat diluruskan oleh pengurus PP.Baiturrohmah, sebab kalau kami yang berbicara ” mereka ” kurang mengindahkannya. mohon maaf lagi SAYA TIDAK MENYALAHKAN pengurus PP.Baiturrohmah TAPI MUNGKIN MEREKA SALAH MENERIMA/ SALAH MENGERTI/SALAH FAHAM.
    persoalannya Begini :
    saudara saya juga mertua saya beberapa bulan yang lalu mengikuti Kholwat di PP.Baiturrohmah, saya bersyukur sebab mereka mau menimba ilmu walaupun sudah tua dan walau pun di tengah2 kesibukan mereka, AKAN TETAPI setelah mereka pulang dari PP.Baiturrahmah mereka enggan di ajak berbicara ILMU SYARI’AH mereka hanya membicarakan masalah ma’rifah ( seakan-akan mereka telah mencapai kema’rifatan ),dan ” mereka ” sangat mengacuhkan Ilmu-ilmu Syari’ah,dengan ucapan ” itukan cuma Syari’ah, itu gak penting yang penting itu adalah hakikatnya” ( maaf mungkin ilmu saya belum sampai kesana ) dan dari ucapan mereka sangat jelas ” menabikan bahkan menuhankan ” guru/Syaikhina” dengan mengatakan apapun yang dipinta dari Syaikhina “PASTI ” dikabulkan ” tanpa embel-embel ” Likulli syai in sababa ” fa’atba’a sababa ” sedangkan yang pernah saya pelajari “KEPASTIAN” hanya milik ALLAH dalam hal ini menurut pendapat saya orang bodoh Ucapan mereka bertentangan dengan Al qur’an dan Al Hadits,dan juga antara ucapan dan perilaku mereka kurang layak mereka membicarakan kema’rifatan akan tetapi mereka masih tetap melanggar perintah allah dengan masih membuka Aurat mereka. lebih parah lagi mereka sekarang menganggap sesuatu yang “Aneh” ( menurut mereka ) adalah suatu ISYAROH untuk melaksanakan sesuatu dan meramalkan sesuatu ” bukankah RAMALAN itu tidak diperbolehkan? bahkan ada orang lain yang tertuduh berbuat Zholim gara2 mereka mengatakan orang tersebut pelakunya dengan alasan mereka telah MENDAPATKAN ISYAROH bahwa Orang tersebut pelakunya ” padahal itu HAQ tidak benar”

    SEKALI LAGI SAYA MOHON MAAF KARNA TULISAN INI SANGAT TIDAK SOPAN BUKAN APA-APA, NIAT SAYA HANYA INGIN MELURUSKAN KELUARGA SAYA ” QUU ANFUSAKUM WA AHLIKUM NAAROO” AKAN TETAPI SAYA TIDAK MAMPU OLEH KARNA ITU SAYA MOHON KEPADA PIHAK PENGURUS / SANTRI SENIOR UNTUK MELURUSAN MEREKA, KARNA KALAU KAMI YANG BERBICARA MEREKA SELALU TIDAK MENGINDAHKAN NYA, “SAYA YAQIN DAN PERCAYA HAQ DEMI ALLAH BAHWA SYAIKHINA DAN PENGURUS PP.BAITURROHMAH MENGAJARKAN MEREKA DENGAN BENAR DAN SESUAI AL QURAN DAN HADITS DAN TIDAK PERNAH MENGAJARKAN KEPADA MEREKA UNTUK BERBUAT APA YANG TELAH PERBUAT, INI HANYA KARNA MEREKA SALAH FAHAM DAN TIDAK MENGERTI SYARI’AH SE UTUHNYA ”

    # Jika tulisan ini tidak layak dan menyinggung saya MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA, DAN MOHON UNTUK TIDAK DI TAMPILKAN #

    ATASA PENGERTIANNYA SAYA UCAPKAN JAZAKUMULLAH KHOIRON KASTIRO.. WALLAHUL MUSTA’AN.

    WASSALAMU’ALAIKUM
    DARI HAMBA ALLAH YANG DHOIF LAGI BODOH
    DI JAMBI

    • tausyah1
      Desember 10, 2012 pukul 18:00

      wa’alaikum salam wrb,saya coba menjawab masalah yang anda hadapi.saya mau menegaskan bahwa PP.BAITURROHMAH tidak mengajarkan para santrinya untuk meninggalkan ajaran SYARI’AT,Mursyid pun menegaskan untuk para santri PP.BAITURROHMAH barang siapa yang meninggalkan syariat dan hanya menjalankan hakekat saja itu BUKAN Santri PP.BAITURROHMAH dan MURSYId tidak bertanggung jawab di dunia dan akhirat bagi santri yang meninggalkan syariat.karena itu tidak sesuai dengan ajaran yang diajarkan di PP.BAITURROHMAH.

      • Hamba Allah yang bodoh
        Desember 12, 2012 pukul 18:00

        HAQ saya Juga Yaqin dan percaya bahwa PP.BAITURROHMAH tidak pernah mengajarkan para santrinya untuk meninggalkan ajaran SYARI’AT,akan tetapi saya disini hanya mohon bantuan untuk mengatasi ” SANTRI ” yang “Mbeling” tersebut sebab kalau kami keluarganya yang berbicara tidak di hiraukan, mudah-mudahan saja melalui PP.BAITURRAHMAH ‘ mereka ” mau kembali.amiin…..
        terima kasih atas bantuannya
        wassalamu’alaikum wrb

  15. Mei 7, 2013 pukul 18:00

    Assalamu`alaikum wr.wb

    ustad ,kalau boleh tahu kapan pendaftaran di ponpes baiturrohmah th 2013/2014 & apa saja persyaratannya

    terimakasih sebelumnya

    • PP.BAITURROHMAH
      September 9, 2013 pukul 18:00

      Wlkm slm,jadwal masuk setiap malam jum’at,tp pendaftaran ba’da magrib.Persyaratannya membawa surat pengantar dari Perwakilan PP.Baiturrohmah diwilayah masing2

      • imun matoni
        September 12, 2013 pukul 18:00

        السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. Sy berniat mengikuti khalwat, bagaimana caranya dan apa syaratnya,sy dari jakarta kalau naik kereta dari stasiun berapa jauh,dan naik angkutan apa? Trims

      • PP.BAITURROHMAH
        September 18, 2013 pukul 18:00

        Wlkm slm,alhamdulillah jika anda ada niattan untuk singgah di PP Baiturrohmah,jika anda ingin kesana dari jakarta,anda harus menemui DPC Baiturrohmah di jakarta untuk minta surat pengantar di jakarta,baiknya anda minta surat pengantar pada mas riyan selaku DPC JAKARTA,Letak pondok tidak jauh dari stasiun.

      • imun matoni
        September 24, 2013 pukul 18:00

        السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. Maaf sy mau tanya alamat atau no telp yg bisa saya hubungi DPC baiturrohmah jakarta untuk minta pengantar,mohon di balas,, trima kasih,

  16. hermawan
    Juli 12, 2013 pukul 18:00

    assalaamualaikum..
    saya pernag mondok disana,namun sekarang jarang melakukan tafakur…apakah baiatnya gus hudi bisa hilang..trims

    • PP.BAITURROHMAH
      September 9, 2013 pukul 18:00

      Wlkum slm,maaf bru bales,jarang d buka.selama pelajaran yang d ajarkan masih di INGAT ilmunya ga akan hilang,yang dikatakan hilang bukan pelajarannya,tp pengamalannya.tks

      • imun matoni
        September 20, 2013 pukul 18:00

        السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. Maaf sy mau nanya DPC di jakarta alamatnya di mana yah?sy mau minta pengantar,apakah kalau tanpa surat pengantar sy bisa diterima di pp malang? Trims

  17. Mbah Pri
    September 7, 2013 pukul 18:00

    JANGAN TERTIPU SIMBOL LAHIRIYAH

    Untuk menjadi seorang muslim sejati, perdamaian mutlak harus ditegakkan. Omong kosong jika ada seorang muslim yang rajin ibadah ritual tapi masih suka mengkafirkan orang, menghantam orang lain yang berbeda paham bahkan melakukan tindakan kekerasaan. Wujud nyata dari iman adalah perbuatan. Di Al Quran, kata “beriman” hampir semuanya dipasangkan dengan kata “beramal saleh”. Jadi orang beriman sudah pasti beramal saleh. Lah kalau ngakunya beriman tapi perbuatannya masih barbar maka ibadahnya non sense! sia-sia!

    Jadi, makin banyak orang yang beriman disuatu negara akan makin baik. Orang yang beriman sudah pasti akan menegakan perdamaian dalam masyarakat, tidak akan mengatakan kelompok yang tidak sepaham dengannya dengan sebutan sesat atau kafir dan tidak akan pernah berebut benar apalagi berbuat kekerasan!. Mari simak firman Allah berikut ini : Wahai orang-orang beriman, masuklah kalian semua (kaffah) ke dalam perdamaian (‘silm). Karena itu janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.S Al Baqarah (2) : 208)

    Ayat tersebut seringkali diterjemahkan “wahai orang-orang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam (silm) secara keseluruhan (kaffah)”. Terjemahan seperti ini justru agak lucu. Kalau orang beriman disuruh masuk ke dalam Islam, lha memangnya tinggian mana antara orang Islam dan orang beriman? Tentu derajatnya lebih tinggi orang beriman! Jadi lucu kalau orang beriman disuruh masuk ke dalam Islam.

    Orang beriman ya sudah pasti Islam. Tapi orang Islam malah belum tentu beriman. Kenapa? untuk bisa disebut beriman, maka percaya kepada Allah dan Rasul-Nya tidaklah cukup, tapi juga melibatkan penghayatan yang menghujam ke dalam hati. Membutuhkan perasaan yang mendalam. Itulah sebabnya di Q.S Al Hujurat (49) : 14, orang Arab Badui yang masuk Islam, oleh Nabi Muhammad tidak disebut orang beriman tapi orang Islam (tunduk, berserah diri) karena keimanan belum masuk ke dalam hati mereka.

    Jadi ayat diatas, harusnya diterjemahkan “wahai orang-orang beriman masuklah kalian semua (kaffah) ke dalam perdamaian (silm)”. Kata “silm” tidak hanya berarti “agama Islam” melainkan juga “perdamaian”. Dan pada ayat diatas, kata “silm” lebih tepat diartikan sebagai “perdamaian”. Demikian juga dengan kata “kaffah”. Ada lima kata “kaffah” dalam Al Quran dan semuanya bermakna “seluruhnya” atau “semuanya”. Sebagai contoh terdapat pada kata “kaffatan li al-nas” yang bermakna “semua manusia”. Jadi jelas bahwa pada ayat diatas yang diseru untuk masuk ke dalam perdamaian adalah “semua orang” yang beriman.

    Dalam rangka menegakan perdamaian, tentu diperlukan sikap yang dapat mencegah terjadinya kekerasaan atau peperangan. Maka dari itulah orang beriman diseru juga agar tidak saling menghina satu sama lain dan menjauhi segala prasangka. Ayat diatas ternyata masih berhubungan dengan ayat dibawah ini : Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain karena boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan)… (Q.S Al Hujaraat (49) : 11)

    Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah mau mencaricari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan bangkai daging saudaranya sendiri ? (Q.S Al Hujaraat (49) : 12)

    Dari tiga ayat diatas, maka jelaslah sudah bahwa ciri orang beriman adalah menegakan perdamaian, tidak menghina satu sama lain dengan sebutan sesat atau kafir dan senantiasa menjauhi prasangka.

    Kalau ada ulama yang masih memprovokasi umatnya agar melakukan kekerasan terhadap mereka yang berbeda paham, itu tandanya ulama tersebut belum beriman.

    Tongkrongannya saja yang berjubah, bersorban, berjenggot tapi hawa nafsu masih dikedepankan dengan mengatas-namakan kebenaran Tuhannya. Orang-orang Islam seperti inilah yang memperburuk citra Islam sebagai agama yang keras. sangar. Maka dari itu janganlah kita menilai keimanan seseorang dari simbol-simbol yang dikenakannya. Iman harus terwujud dalam perbuatan yang positif! Jangan tertipu simbol lahiriah!

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: